Segmentasi, Targeting, dan Positioning Produk Industri Makanan (Sari Roti)
Nama: Tisha Oskhia Mauliza
Npm : 17218095
Kelas: 4EA17
Dosen : Tia Chisca Anggraeni, SE., MM
Mata Kuliah: Manajemen Pemasaran Era Rev. Industri
Analisis Segmentasi pada Produk Sari Roti
Sari Roti berdiri sejak tahun 1995. Pada saat itu didirikan suatu perusahaan penanaman modal asing yang namanya PT. Nippon Indosari Corporation. Selanjutnya ketika tahun 1996 perusahaan sudah mulai beroprasi secara komersial dengan memproduksi roti dengan merk Sari Roti. Pada saat tahun itu juga perusahaan mulai mengoprasikan pabrik pertamanya yang terletak di Cikarang Jawa Barat.
Seiring berkembangya perusahaan, semakin banyak pula permintaan akan roti Sari Roti. Ketika tahun 2001 PT. Nippon Indosari Corporation mulai meningkatkan kapasitas akan produksinya dengan menambahjan 2 buah lini mesin. 2 mesin tersebut ialah Mesin Pencetak Roti untuk roti tawar serta Mesin Pembuat Roti untuk roti manis. Barulah saat tahun 2003 PT. Nippon Indosari Corporation mengubah namanya menjadi PT. Nippon Indosari Corpindo.
Seiring dengan berkembangnya perusahaan serta semakin banyak pula permintaan akan produk produsen roti tersebut dari seluruh Indonesia, saat tahun 2005 PT. Nippon Indosari Corpindo mulai mengoprasikan pabrik baru di kota Pasuruan Jawa Timur. Barulah pada tahun 2008 perusahaan kembali membuka pabrik ketiganya di daerah CIkarang Jawa Barat. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, produsen produk roti Sari Roti, memilih sistem pemasaran melalui produksi massal ketimbang membuka butik roti di toko-toko atau mal. Strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan adalah menyasar pasar-pasar seperti toko swalayan, pedagang roti keliling, serta toko-toko kelontong yang banyak terdapat di lingkungan konsumen. Dengan memproduksi roti dalam jumlah besar, Nippon Indosari mengaku lebih gampang menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah, sehingga target penjualan dapat tercapai.PT Nippon Indosari Corpindo juga serius membidik segmen anak-anak.Untuk memperkuat posisinya di segmen anak-anak, Sari Roti juga akan membuat program kunjungan ke pabrik agar konsumen langsung melihat proses pembuatan roti.
Analisis Targeting pada Produk Sari Roti
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) tak memasang target tinggi pertumbuhan kinerja tahun 2021. Hal ini mempertimbangkan kondisi sepanjang tahun 2020, di mana kinerja hingga kuartal III-2020 mengalami penurunan secara tahunan (yoy). Namun bila dilihat per kuartal, di kuartal tiga ini kinerja ROTI lebih baik dibanding kuartal sebelumnya. Mengutip laporan keuangan kuartal III-2020, penjualan bersih produsen Sari Roti ini turun 0,81% (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Sari Roti mengantongi penjualan Rp 2,46 triliun. Sedangkan laba bersih ROTI tergerus 39,9% yoy dari Rp 211,7 miliar menjadi Rp 127,2 miliar.Berdasarkan progres kinerja secara kuartalan, khusus di kuartal tiga saja ROTI mengantongi pendapatan sebesar Rp 766 miliar, naik dari kondisi di kuartal II-2020 yang hanya mengantongi Rp 761,2 miliar. Laba bersih juga tercatat naik signifikan dari Rp 13,6 miliar menjadi Rp 35,8 miliar.
Nippon Indosari tengah membangun dua pabrik baru masing-masing di Banjarmasin dan Pekanbaru. Rencananya pabrik tersebut akan beroperasi di kuartal I-2021 dan bisa meningkatkan kapasitas produksi dari 5 juta roti per hari menjadi 5,5 juta roti per hari.
Analisis Positioning pada Produk Sari Roti
Comments
Post a Comment